Sistem Teknologi Finansial

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Lantabur Tebuireng menggelar pertemuan terbatas di Dalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng pada Sabtu (11/11/2017).  Pertemuan singkat tersebut, dihadiri oleh CEO PT. Pos Indonesia, perwakilan anak perusahaan Universitas Airlangga (Unair) PT. Solusi Awan Cerdas Indonesia (SACI), dan beberapa perwakilan dari unit pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Komisaris Utama BPRS Labtabur, KH. Salahuddin Wahid, Direktur BPRS Lantabur, Achmad S. Ghozi, S.Si., dan Dewan Pengawas Syariah BPRS Lantabur, Drs. H. Moch. Chamim, M.Hi. Pihak-pihak tersebut membahas tentang Perjanjian Kerjasama (PKS) bincang Fintech (Financial Technology), diskusi, dan penandatangan perjanjian kerjasama yang bertujuan untuk pengembangan teknologi finansial di BPRS Lantabur.

Direktur Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Ihwan Sutardiyanta, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki pasar yang sangat besar sekali, sehingga pemain Fintech dunia, khususnya Cina sangat antusias sekali untuk masuk ke Indonesia. Menurutnya, Pemicu perkembangan tersebut, diprakarsai oleh pertumbuhan teknologi internet yang mencapai 53% pengguna internet. Dengan adanya Fintech tersebut, pelayanan suatu prodak maupun teransaksi sudah mencapai 150 juta rupiah.

“Kunci sukses dalam mengembangkan Fintech, adalah  memberi pelayanan yang lebih murah dan simpel pada konsumen untuk menjangakau layanan seperti halnya pemesanan tiket, pembelian pulsa, pembayaran listrik, dan beberapa tawaran secara payment,” terang Ihwan Sutardiyanta.

Ia juga menuturkan, jika dahulu sandang, pangan, dan papan, menjadi kebutuhan utama yang sangat penting, kini, baterai dan wifi pun juga menjadi kebutuhan sehari-hari. Perkembangan Fintech pun mulai merambah keberbagai macam pelayanan. Mulai dari Fintech yang dapat melayani pinjaman, Fintech penyedia informasi, dan Fintech yang berbentuk payment.

Leave a Reply

Close Menu
WhatsApp chat