
Jombang, 28 Maret 2026 — Komitmen nyata dalam membangun kesejahteraan umat kembali ditegaskan oleh BPRS Lantabur Tebuireng melalui rangkaian Acara perayaan Milad ke-20 PT BPRS LANTABUR TEBUIRENG dimana didalamnya ada penyerahan program sosial dan pemberdayaan yang berlangsung khidmat di Aula Yayasan Madrasatul Qur’an Tebuireng.
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara nilai keuangan syariah dan aksi kemanusiaan, dengan menghadirkan tiga program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Wakaf Produktif: Hadirkan Harapan untuk Kesehatan kolaborasi bersama RS KH Hasyim Asy’ari

Dalam program Wakaf melalui Uang, BPRS Lantabur Tebuireng secara simbolis menyerahkan alat jantung kepada RS KH. Hasyim Asy’ari. Penyerahan ini menjadi bukti bahwa wakaf tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu menjadi solusi konkret dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Menariknya, penyerahan ini merupakan kolaborasi ke-empat antara BPRS Lantabur Tebuireng dan RS Hasyim Asy’ari. Sebelumnya, bank syariah ini telah lebih dahulu menyalurkan 1 unit mobil ambulance , disusul dengan bantuan alat kesehatan senilai Rp100 juta, kemudian Alat jantung , Kini, melalui penyerahan alat jantung kedua kalinya, kolaborasi tersebut semakin memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Kepedulian Sosial: Dukungan untuk Generasi Masa Depan melaui Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT)

Pada momen yang sama, disalurkan pula bantuan alat inkubator kepada LSPT sebagai bagian dari program sosial. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan bagi bayi yang membutuhkan perawatan intensif, sekaligus memperkuat fasilitas kesehatan di tingkat layanan sosial.
Pemberdayaan Ekonomi: Qordul Hasan untuk UMKM Binaan Bank Wakaf Mikro (BWM) Pesantren Tebuireng.

Tidak berhenti pada aspek sosial, BPRS Lantabur Tebuireng juga menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi melalui kerja sama penyaluran pembiayaan Qordul Hasan kepada nasabah binaan BWM. Skema pembiayaan tanpa imbal hasil ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kecil berbasis prinsip syariah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, melainkan representasi nyata bahwa lembaga keuangan syariah mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial. Dengan mengintegrasikan nilai ibadah, kepedulian, dan pemberdayaan, BPRS Lantabur Tebuireng terus memperluas manfaatnya bagi masyarakat luas.
Langkah berkelanjutan ini menegaskan bahwa kolaborasi yang konsisten akan melahirkan dampak yang semakin besar. BPRS Lantabur Tebuireng pun menunjukkan bahwa keuangan syariah bukan hanya soal transaksi, tetapi juga tentang kebermanfaatan dan keberkahan yang dirasakan bersama.
Penulis: Soemantri